yesu v. BF (8)

April 19th, 2008 by yesu210308

Sebenarnya, benchmarking yang lebih tepat untuk kinerja MI bukan return IHSG, tetapi return IHSG + dividend yield. Keuntungan investor saham adalah capital gain dan dividen, sedangkan IHSG hanya mencerminkan komponen capital gain. Jika IHSG naik 16% dalam setahun, MI yang hanya mampu memberikan return sebesar 18% mestinya termasuk di bawah rata-rata karena return benchmarking menjadi 20% (16% + 4%). Kenyataannya, dividend yield yang sekitar 4% setahun tidak pernah digunakan dalam penilaian MI dan cenderung disembunyikan untuk mempercantik kinerja MI.… berdasarkan pengalaman gw, schroder, manulife, fortis sudah bisa menghasilkan hasil di atas IHSG+ …

yesu v. BF (7)

April 19th, 2008 by yesu210308

Akan lebih ironis lagi jika yang mengalami return di bawah IHSG adalah reksa dana saham yang mengenakan subscription fee dan redemption fee tinggi. Seperti kita ketahui bersama, salah satu reksa dana terbesar yang high-profile menetapkan subscription dan redemption fee sampai sebesar 2% masing-masingnya. Ini berarti, nasabah harus siap menanggung biaya hingga 4% jika berinvestasi hanya setahun lamanya.

Menurut saya, fee 4% apalagi jika ada management fee dan selling agent fee, sungguh kemahalan dan membuat reksa dana saham kurang menarik. Mengapa kita harus membayar mahal hanya untuk membeli b satu? Jika tidak ada kendala keterbatasan dana, bukankah kita dapat dengan mudah melakukannya yaitu dengan mengoleksi saham-saham LQ-45?

… persoalannya, apakah dengan fee segede gajah itu kinerja produk reksa dana berbasis sahamnya juga menggiurkan? well, berdasarkan pengalaman gw, emang lebih menggiurkan sih … tapi kalo uda terlalu mapan, manajer investasi seperti itu akan terkesan MALAS BERINOVASI/SWITCHING, dan cuma cari AMAN sebesar-besarnya… misalnya, SCHRODER  DIBANDINGKAN DENGAN FORTIS

yesu v. BF (6)

April 19th, 2008 by yesu210308

Tentang MI, Anda tahu apa yang paling mereka takuti, tetapi ditanggapi biasa oleh investor saham lainnya? Sejujurnya, MI sangat cemas kalau return reksa dana kelolaannya di bawah return IHSG karena akan mempengaruhi kinerja dan prospeknya.

Jika ini terjadi, kinerja MI itu akan langsung dikatakan di bawah pasar atau di bawah rata-rata. Akibatnya, calon investor baru kemungkinan tidak akan melirik reksa dana sahamnya; dan lebih parah lagi, sebagian nasabah yang ada mungkin akan menarik dananya (redemption) dan memindahkannya ke reksa dana saham lain.

Karenanya, tidak mengherankan kalau MI berusaha semaksimal mungkin agar kinerjanya tidak di bawah IHSG dan lebih baik lagi kalau dapat mengunggulinya. Caranya adalah dengan membuat portofolionya mendekati karakteristik pasar atau mempunyai b sekitar satu. Ini dilakukan dengan menerapkan strategi diversifikasi dan mengoleksi saham yang mempunyai bobot besar dalam penghitungan IHSG seperti saham-saham LQ-45.

… ya NO COMMent d

yesu v. BF (5)

April 19th, 2008 by yesu210308

Kebalikan dari kondisi semua rugi adalah semua menang atau win-win game. Inilah yang terjadi di bursa kita selama lima tahun berturut-turut (2003-2007). Hampir semua investor seperti mendapatkan keuntungan yang tidak habis-habisnya, baik dari capital gain maupun dari dividen yang dibagikan. Semakin jelas kan kalau investasi saham bukan zero-sum game?

… ga usa pake tanda tanya lagi de … artinya pengalaman gw sejak 2002 (akhir)-2008 (awal) memang menunjukkan gain di atas 500% itu ga boong sama sekali … tapi ini adalah proses yang menyita emosi pada awalnya, namun enjoyable setelah melalui berbagai situasi terburuk (termasuk yang terjadi sejak 22 Januari 2008 s/d sekarang) … semoga taon ini tetap happy ending ya…

yesu v. BF (4)

April 19th, 2008 by yesu210308

Saham = zero-sum game?

Sebagai investor saham langsung, Anda menghadapi risiko kerugian yang hampir sama seperti investor saham tidak langsung jika pasar bearish dan indeks terus turun. Inilah ketakutan dan risiko utama investasi saham. Logikanya, jika indeks saham bergerak sideways saja alias turun dan naik terjadi hampir sama seringnya, investasi saham akan mirip seperti zero-sum game. Tidak persis sama pastinya, karena saham umumnya memberikan dividen.

Jika investor masih dapat menikmati keuntungan dari dividen saat indeks hanya turun-naik, tidak demikian halnya jika indeks terus merosot seperti yang dialami investor di bursa saham Tokyo dalam 19 tahun terakhir atau investor di bursa kita pada periode Juli 1997-September 1998.

Pada periode itu hampir semua investor saham langsung dan tidak langsung dipastikan mengalami kerugian. Ini membuktikan investasi saham bukan zero-sum game, tapi non-zero game karena semuanya bisa rugi alias lose-lose game.

… emang neh, pandangan orang awam aneh2, sok pintar bilang bahwa bursa saham itu zero sum game … namanya juga pendapat, ya, dibuktikan oleh BF bahwa pandangan itu tidak benar!

yesu v. budi frensidy (3)

April 19th, 2008 by yesu210308

BF menulis: Dalam artikel tentang kiat menilai reksa dana saham, saya mengatakan kalau tidak ada reksa dana saham yang terbukti mempunyai kemampuan market timing (antisipasi pasar) yang hebat atau b2 positif. Penelitian mengenai kinerja reksa dana saham oleh Rachman Untung (periode Januari 2004 - Desember 2006) dan oleh Djumyati Partawidjaja (Juni 2006 - Juni 2007) membuktikannya.

Tentang kemampuan pemilihan saham (a) seluruh MI yang ada di Indonesia, Untung hanya menemukan satu MI yang mempunyai a positif yang signifikan pada tingkat keyakinan 99%, sedangkan Partawidjaja tidak menemukan. Ini menunjukkan MI secara rata-rata tidak memiliki kemampuan superior alias tidak lebih cerdas dari investor piawai (investor tingkat 4).

…. well, benar seh n setuju seh … makanya kemampuan antisipasi investor reksa dana juga harus tinggi kalo emang mo pake market timing system (short term adjustment) … kemampuan antisipasi investor reksa dana adalah membaca situasi makro-global ekonomi (misalnya, harga bbm global terkait fiskal indonesia), membaca situasi teknikal indeks (ihsg), membaca situasi politik, membaca situasi psikologi pasar (bearish trend v. bullish trend), membaca secara melawan arus (contrarian), switching to lower risk and lower gain mutual fund type, long term focus, dll… persoalannya, ada ga investor reksa dana yang mau melakukan hal2 seperti di atas…

yesu v. budi frensidy (2)

April 19th, 2008 by yesu210308

BF menulis: Tetapi jika selama ini Anda sudah berinvestasi melalui reksa dana saham, namun kurang puas dengan hasil yang diperoleh, tidak ada salahnya mencobanya langsung. Untuk investor cerdas, berinvestasi saham langsung lebih menantang sekaligus dapat lebih menguntungkan.

… well, gw tau investasi di saham langsung berisiko jauh lebih tinggi, mungkin ga sesuai dengan karakter investasi gw … tapi di reksa dana berbasis saham selama lebih dari 5 tahun sejak akhir 2002, gw sudah meraih laba/gain lebih dari 500% … jadi, mungkin kalo kecewa karena bearish trend di reksa dana saham, udah biasa lah, mental udah terlalu sering diuji, tapi akhir tahun biasanya melejit balik, sehingga secara rata2 per tahun selama periode 2002-2008, bole dibilang gain sekitar 100% … indah ga?  

yesu v. budi frensidy (1)

April 19th, 2008 by yesu210308

Budi Frensidy menulis di Bisnis Indonesia 18-04-08: Ada dua alternatif investasi dalam saham. Secara langsung jika Anda yang memutuskan beli dan jual saham. Lainnya adalah tidak langsung melalui reksa dana saham jika Anda menyerahkan keputusan itu kepada manajer investasi (MI). Untuk mereka yang belum pernah berinvestasi saham namun tergiur dengan tingginya return saham, saran saya sebaiknya Anda memulai dari reksa dana saham.… gw setuju banget, karena reksa dana berbasis saham dikelola oleh manajer investasi yang berpengalaman dan profesional … walau pun demikian harus jeli juga mencari manajer investasinya dan produk reksa dananya yang bagus …

di bawah JUduL bursa asia NAiK tajam:

April 19th, 2008 by yesu210308

“Kami bisa melihat akhir masalah gagal bayar kredit perumahan subprime mortgage. Konsumen di Asia saat ini banyak yang membelanjakan uangnya,” ujar James Chua dari Phillip Capital Management di Singapura. … begitu tempo interaktif menulis … suasana mencekam berbulan-bulan mulai berubah … akan kah saham indonesia dan reksa dana berbasis saham melejit lagi? well, ekspektasi ini sudah membuat depresi para investor akhir-akhir ini, namun gw pernah mengalami periode yang lebih panjang pada 2005 saat bbm naik tajam di pasar indonesia …

melek finansial, ga penting lah yaow?

April 18th, 2008 by yesu210308

ternyata hidup ini sebenarnya bisa disetir … ga hanya sepeda, becak, pesawat terbang, kapal laut, dll yang bisa disetir … orang juga bisa disetir, misalnya murid oleh guru, anak oleh bapak, dll … binatang juga bisa disetir, misalnya, kuda oleh sang joki, kerbau oleh petani, dll … nah, apa hubungannya dengan inves dan investasi? well, gw coba mulai dengan soal keuangan dulu ya … berikut gw kutip dari usnews&report

By Kimberly Palmer
Posted April 2, 2008
As a middle school teacher in Washington, D.C., Tarik Cranston, 29, was able to sock away only $20 to $30 each month after paying for rent, food, and other expenses. Buying a home—his dream—seemed impossible.

…. sebagai guru sekolah menengah di kota Washington, DC (ibukota Amerika Serikat), Tarik Cranston, usia 29 tahun, hanya mampu menyisihkan USdollar 20-30 setiap bulannya, setelah mengeluarkan uang untuk kebutuhan:

sewa rumah

makanan

dll.

Membeli rumah adalah impian yang mustahil terjadi.

But after hearing about free financial education classes offered by DC Saves, part of the national America Saves campaign, he signed up. There, Cranston learned how to make a budget, set goals, and put money into an interest-bearing savings account. When he started tracking where his money was going, he realized that little expenses, like his cigarette habit, added up quickly. Now, he cooks at home more, brings his lunch to work, drives less, and no longer smokes—and he saves $300 a month.
Tetapi setelah mengetahui bahwa ada sebuah kelas pengajaran finansial (keuangan/pembiayaan) yang gratis oleh DC Saves, sebagai bagian kampanye America Saves (Amerika Menabung) secara nasional, maka ia mendaftarkan diri. Di kelas itu, Cranston belajar cara membuat anggaran belanja pribadi, menentukan sasaran aset/keuangan, dan menentukan tingkat tabungan yang dibutuhkan. Doi sadar, selama ini justru pengeluaran2 yang kecil2 itu lah yang membuat dia cuma bisa menyisihkan sejumlah di atas. Termasuk merokok. Sejak saat itu, doi mulai:

masak di rumah sendiri

bahwa ompreng masakan sendiri ke tempat mengajar

mengurangi menyetir kendaraan sendiri (menghemat bensin, dan mengurangi polusi )

berhenti merokok

hasilnya: doi bisa menyisihkan USdollar 300 per bulan.

Cranston, the middle school teacher, demonstrates that small changes in financial behavior can pay off. He is now close to his goal of saving enough to go to the Dominican Republic with his fiancée this summer. In the next three to four years, he plans to buy a home. He says that if he was still saving only $20 to $30 a month, neither of those dreams would come true. Says Cranston: “It wasn’t until after the class that I became aware of how much more money I could really save.”

Cranston berhasil merubah kebiasaan buruknya, walau pun secara kecil2an, tapi berdampak nyata (signifikan) di dalam kehidupan masa depannya. Ia sekarang sudah mendekati sasaran keuangan yang direncanakannya sendiri (disetir…) untuk piknik ke Republik Dominika (di kawasan Karibia, yang terkenal sebagai daerah tujuan wisata orang amrik) bersama tunangannya. Dalam waktu 3-4 tahun lagi ia akan mampu membeli rumah. KALO SAJA CRANSTON CUMA MAMPU MENYISIHKAN 20-30 DOLAR DOANG, MAKA DOI GA USA MIMPI MEMBELI RUMAH DEH. CRANSTON SADAR BETAPA BERGUNANYA WAKTU DOI IKUT KEGIATAN KELAS FINANSIAL YANG GRATIS ITU.

…. orang amrik yang begitu canggih aja banyak ga ngerti soal keuangan… selama bertahun-tahun gw mengirim e-mail ke teman2 soal investasi reksa dana, eh, angin kecaman doang yang datang … sekarang pelan2 teman2 gw mulai mencoba berinvestasi … baru2 ini gw diminta memberi pembinaan soal investasi, eh ternyata ada juga yang berminat untuk mencoba berinvestasi reksa dana … well, semoga semua orang yang mau belajar dengan benar kaya Cranston bisa mendapatkan masa depannya yang luar biasa baiknya.