dollar cost averaging

Constant-dollar plan (nama laen dari dollar cost averaging)
Method of purchasing securities by investing a fixed amount of money at set intervals. The investorbuys more shares when the price is low and fewer shares when the price is high, thus reducing the average cost.

… gw ambil dari financial glossary di bloomberg.com … ini sebuah aksi penumpukan/akumulasi jangka panjang yang paling jitu dan rasional … tentu saja orang boleh memilih cara laen untuk berinvestasi portofolio, namun menurut kajian para ahli investasi, cara ini lah yang paling indah … mirip kaya nasehat ortu jadul: menabung lah setiap bulan … jaman sekarang, berinvestasi lah setiap bulan … ingat file gw tentang mendapatkan 1M rupiah dalam 14 tahun dengan berinvestasi pada jenis produk investasi yang memberi rata-rata gain 25%/tahun … caranya, dengan menyisihkan Rp.1 Jt setiap bulan … lalu oleh seorang dosen FEUI dianjurkan untuk berinvestasi Rp.1,1 Jt selama 20 tahun pada produk investasi yang memberikan rata-rata 12% gain/tahun … kalo uda lebih dulu punya Rp.50 Jt, maka investasi per bulan bisa diturunkan menjadi Rp.584 ribu …

… banyak orang yang bilang gimana mo nyisihkan uang sebanyak itu? well, yang pertama dan utama adalah motivasi untuk meraih masa depan yang lebih baik … kalo itu uda punya dengan kuat dan kukuh, maka sisihkan dari setiap gaji/penghasilan per bulan sebanyak Rp.100.000,- dulu, masukkan dalam tabungan yang ga pake batas minimum (waduh sulit ya sekarang ini, semua bank besar ada biaya administrasinya yang lumayan gede; makanya taruh di celengan atau di bawah bantal, atau titip di orang yang paling bisa dipercaya) … kumpulkan s/d Rp.1 Jt dalam 10 bulan, lalu masukkan ke investasi (tapi tentu saja tau apa investasinya, dan batas minimumnya emang memungkinkan) … seterusnya begitu… setiap 10 bulan, anda memasukkan Rp.1 Jt ke investasi dengan imbal hasil 25% tahun… kira2 berapa lama anda akan mendapatkan Rp. 1M… well, nante gw itung dulu ya … hehehehheheh….
kalo dikombinasikan Rp.100.000 dengan peningkatan per bulan sebanyak Rp.10.000 yang diinvestasikan maka tentu saja jumlah bulan yang dibutuhkan untuk mencapai Rp.1 Jt akan berkurang … contoh:
bulan 1: Rp.100.000;
bulan 2:Rp.110.000;
bulan 3:Rp.120.000;
bulan 4:Rp.130.000;
bulan 5:Rp.140.000;
bulan 6:Rp.150.000;
bulan 7: Rp.160.000
bulan 8:Rp.170.000
Total s/d awal bulan 9:Rp.1.080.000,- jadi, ga usa tunggu 10 bulan khan… artinya jarak waktu menjadi lebih singkat.

seandainya, peningkatan Rp.10.000 itu kita lakukan dengan cara bodoh, misalnya, mengurangi jatah merokok (2 alasan pengurangan: lebih sehat, lebih cepat kaya), lalu jatah makan mie goreng dikurangi (2 alasan: lebih sehat karena kurang lemak, lebih cepat kaya), lalu menonton TV mendengarkan radio dikurangi (2 alasan: menghemat energi, dan lebih cepat kaya), lalu jalan2 pake motor dikurangi diganti dengan jalan2 pake kaki ke tempat2 yang lebih dekat (2 alasan: lebih sehat, dan lebih cepat kaya)…
hehehehheheh… gimana ayo

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Post-power syndrome (Gejala orang ga puas berkuasa sebentar)

Mantan perdana menteri Inggris, Tony Blair, tertangkap basah tak memiliki karcis dan uang tunai di sakunya, saat menumpang kereta tujuan bandara Heathrow, London.
… itu kata Gatra online … hehehehehh… kayanya iya de PPS … makanya kalo pensiun kebiasaan pra-pensiun jangan dibawa-bawa ke pasca-pensiun dong … emangnya semua maseh milik elo … atawa milik nenek moyangmu …

Posted in Uncategorized | Leave a comment

nyebelin, nyebelin, nyebelin ….

lagi2 gw alami kesulitan view blog gw di blogspot.com… terutama untuk mengupdate blog gw … sekarang semua blog gw di situ terganggu khususnya yang terkait dengan blog ekonomitakserius … gw ga tau ada apa sebenarnya? tapi mungkin gara2 gw ngoceh2 soal geopolitik dan soal proses pilkada yang rusuh di negeri republik mimpi ini … itu artinya mungkin ada hacker/cracker atau blogstar yang ga suka dengan blog/refleksi gw (itu artinya ada orang indonesia yang mengerti soal tulisan gw dalam bahasa indonesia dan inggris) … paranoid neh lama2 … padahal cuma berefleksi doang udah dikerjain … tapi kalo kesalahan teknis di blogspot, gw mau liat sampai berapa lama?

Posted in Introduksi | Leave a comment

banjir bandang jakarta lagi????

badai-akhir-april-2008.gifbadai-akhir-april-08-copy.jpgada 2 badai tropis di wilayah barat daya indonesia, yaitu di wilayah selatan jawa dan sumatra … badai Rosie dan badai TC29S … kalo bener 2 badai ini ada dan berpengaruh … apakah dampaknya bwat Jakarta … karena kayanya 2002 dan 2007 ada 2 badai tropis di selatan Indonesia yang berdekatan, sehingga terjadi banjir besar di Jakarta … well, wait n c d… gw dapat infonya dari weatherunderground

Posted in Uncategorized | Leave a comment

dunia belum berubah, semakin tidak pasti

maksudnya, nilai2 duniawi masih sama, ada unsur ketidakpastian yang kuat … dalam hal orang miskin … ketidakpastian hidup mereka sangat tinggi … itu dulu … tapi sekarang juga … sementara orang kaya juga punya ketidakpastian, tapi jauh lebih terkendali karena ada uang … ketidakpastian harga saat ini sangat menekan orang miskin … ketidakpastian keamanan itu yang mungkin harus dibeli lebih banyak oleh orang kaya supaya kalo kecenderungan kerusuhan gara2 inflasi terjadi juga, maka keamanan menjadi faktor yang dapat dikendalikan … tapi lepas dari persoalan jangka pendek, maka dalam persoalan jangka panjang pun, orang miskin jauh lebih mempunyai ketidakpastian dalam banyak hal dibandingkan dengan orang kaya … orang miskin yang berpikir pendidikan tinggi untuk anak-anaknya, akan kelimpungan melihat kecenderungan inflasi harga2 biaya pendidikan tinggi di masa depan dan saat ini juga sudah terasa sekali … orang kaya punya banyak pilihan …

tetapi, orang kaya yang tidak tahu cara mengelola kekayaannya akan mengalami risiko ketidakpastian juga … bukan kah sudah terbukti para pemenang judi nasional di amrik biasanya segera mengalami depresiasi aset dan kehancuran karena keserakahan pribadi yang tidak terkendali untuk membeli aset2 non-produktif non-investasi dan bagi2 uang panas kepada keluarga dan teman2nya … orang kaya harus melalui proses pendidikan dan pengajaran soal hidup yang kompleks ini … jadi, orang miskin tanpa dibekali pendidikan soal investasi akan menjadi lebih miskin dan makin tidak pasti hidupnya … tapi, jadi juga, orang kaya yang tanpa dibekali ilmu keuangan yang secukupnya, juga akan mengalami ketidakpastian yang jauh lebih tinggi sehingga bisa saja bangkrut abis … jadi, uncertainties rule! financial knowledge is very important to manage the uncertainties for human future!

Posted in Perilaku Berinvestasi | Leave a comment

7 jurus (10)

Sedangkan bagi reksa dana ABC yang total aktivanya mencapai Rp100 miliar hampir pasti akan memperoleh kesulitan untuk mendapatkan pendapatan sebesar Rp20 miliar dalam satu bulan. Dengan kata lain kesempatan bagi manajer investasi DEF yang mengelola dana Rp10 miliar untuk memperoleh perolehan pendapatan sebesar Rp 2 miliar akan lebih besar ketimbang manjer investasi yang mengelola dana ABC. Tapi di lain pihak bagi reksa dana DEF apabila terjadi penurunan pasar tentunya akan lebih sulit melakukan diversifikasi dibandingkan reksa dana DEF. Dana (total aktiva) reksa dana DEF lebih besar sehingga begitu terjadi penurunan harga manajer investasi DEF akan sesegera mungkin melakukan perubahan portofolio dari reksa dananya. Karena itu dalam investasi reksa dana banyak faktor yang mesti kita perhitungan, misalnya terkait dengan gaya dari manajer investasi, pola pengelolaan portofolio dari asset reksa dana dan sebagainya.

…. faktor D (aka diversifikasi) amat menentukan apalagi bursa efek indonesia terus berkembang, saat pra-krismon, transaksi harian di bursa mencapai US$2 M (kurs saat itu Rp.2000/1 us$) … jadi sekitar 4 T rupiah … minggu2 ini, menurut bisnis indonesia sudah mencapai Rp.20T dengan rata2 berkisar 5-7T (kurs 1 US$=Rp.9200) … dari sudut pandang rupiah, transaksi semakin tinggi … faktor D dalam transaksi yang tinggi amat penting, karena bisa mengurangi risiko fluktuasi harga yang berlebihan … manajer investasi dengan keleluasaan modal investasi seharusnya menjadi lebih mudah mengendalikan alokasi portofolionya … kira2 begitu 

Posted in Perilaku Berinvestasi | Leave a comment

7 jurus (9)

Di samping itu dalam investasi reksa dana ini juga akan sangat dipengaruhi oleh total aktiva dari reksa dana tersebut. Misalnya Reksa dana ABC memiliki total aktiva sebesar Rp 100 miliar, dan reksa dana DEF memiliki total aktiva Rp 10 miliar. Apabila kedua reksa dana tersebut harus memperoleh pendapatan sebesar 20 persen dalam satu bulan, sudah barang tentu akan lebih mudah bagi reksa dana DEF. Untuk mencapai pendapatan 20 persen dari total aktivanya, reksa dana DEF yang memiliki aktiva sebesar 10 miliar cukup mencari pendapatan (capital gain, dividen, dan sebagainya) sebesar Rp2 miliar saja.…. info ini ada di dalam prospektus dan brosur informasi produk (product sheet)… tapi ga ngaruh banget sih, khan likuiditas produk juga ikut menentukan, sehingga makin likuid dan makin banyak investornya yang berekspektasi positif, harga produk reksa dana yang didukung oleh dana besar juga bisa lebih tinggi hasilnya, terbukti misalnya, makinta mantap, fortis ekuitas, dan manulife dana saham, schroder dana prestasi plus … 

Posted in Perilaku Berinvestasi | Leave a comment

7 jurus (8)

Sebaliknya untuk reksa dana pendapatan tetap, gejolak NAB tidak akan se-fluktuatif dari reksa dana saham. Pertumbuhan NAB reksa dana fixed income praktis lebih teratur dengan perubahan yang dari bulan ke bulan kenaikannya relatif kecil. Oleh karena itu bila ingin membeli reksa dana saham yang harus diperhatikan dan dipelajari adalah data historikal yang cukup panjang, misalnya satu tahun, terakhir bukan satu bulan.

…. lha emang kita punya waktu berlebih untuk ngurusin reksa dana kita? gw punya. bisnis indonesia juga memberi informasi tentang perkembangan setiap produk dalam 1 bulan, 1 tahun, 1 tahun (riil, uda bersih dari pajak dll)…. tapi manajer investasinya/pengelolanya juga mesti diperhatikan, termasuk si agen penjualnya juga … wah, mumet khan …. hehehhe…. ga sih, karena gw uda biasa, jadi tenang aja, kipas2 dan ketik2 komputer … hehehehhe  

Posted in Perilaku Berinvestasi | Leave a comment

7 jurus (7)

Dalam informasi yang disajikan manajer investasi sebuah reksa dana kerap dilaporkan bahwa reksa dana saham XYZ dalam 12 bulan terakhir berhasil membukukan kenaikan NAB sebesar 30 persen. Namun jika dibandingkan dalam satu bulan terakhir, ternyata NAB reksa dana XYZ tersebut telah mengalami penurunan sebesar 5 persen. Itu artinya bagi investor yang telah masuk dan memegang reksa dana saham XYZ ini pada 12 bulan yang lalu praktis sudah mengantongi keuntungan sebesar 30 persen. Tapi bagi yang baru masuk satu bulan berselang, ia mengalami kerugian sebesar 5 persen.

Kondisi tersebut mencerminkan bahwa investor yang akan membeli sebuah reksa dana tidak harus berpatokan pada kondisi sebelumnya, alias data historikal dari sebuah reksa dana tidak bisa dijadikan patokan.

… kalo baca di bisnis indonesia, di halaman finansial khusus informasi tentang produk2 reksa dana se indonesia, maka akan ada disclaimer, artinya selain bisnis ind tidak bertanggung jawab soal keakuratan datanya (karena disetor manajer investasi), juga membiarkan investor/calon investor menilai sendiri kecenderungan harga produk reksa dana ke depan … hasil masa lalu belum tentu menjamin hasil masa depan … tapi hasil masa depan bisa diekspektasikan melalui pemahaman dari informasi soal kondisi ekonomi indonesia dan global, informasi secara teknikal, informasi fundamental dari industri dan pelaku2 industrinya, termasuk yang menjadi emiten/terdaftar sebagai perusahaan publik di bursa saham, serta psikologi pasar  … peluang gain tetap ada, di samping peluang loss, tentu saja 

Posted in Perilaku Berinvestasi | Leave a comment

7 jurus (6)

Secara sederhana yang perlu diketahui seorang investor pemula adalah bahwa kinerja Nilai Aktiva Bersih (NAB) akan sangat fluktuatif dibandingkan kinerja reksa dana pasar uang, atau reksa dana fixed income (reksa dana pasar). Itu kalau kita bandingkan antara reksa dana saham dengan jenis reksa dana lainnya. Fluktuasi masing-masing NAB reksa dana tersebut juga tidak sama.

…. sederhananya: reksa dana berbasis saham sangat turun naek harganya, tetapi tetap ada kecenderungannya/tren (bisa bearish trend, turun, atau bullish trend, naek), dibandingkan dengan reksa dana pasar uang atau reksa dana berbasis obligasi yang cuma namanya doang bagus, yaitu pendapatan tetap … jadi kalo mo dapat gain di atas 30% (sampai dengan saat ini), reksa dana berbasis saham dan campuran bisa dipakai … tapi kalo cuma mau aman dan sedikit hasilnya di atas deposito, maka rd pasar uang bisa dipakai … rd berbasis pendapatan tetap mengikuti pola transaksi obligasi/surat utang baik yang pemerintah mau pun yang korporasi, biasanya dipakai saat inflasi cukup rendah dan angka pertumbuhan cukup tinggi … gitu kira2 penjelasannya …. 

Posted in Perilaku Berinvestasi | Leave a comment